Tampilkan postingan dengan label prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prosa. Tampilkan semua postingan

Senin, April 16, 2018

Menunggu Pagi


Hari ini indah, kamu lebih indah
Aku memimpikan senja,  tapi tak seperti memimpikan kamu
Senja itu indah, tapi telah berubah

Aku pikir kamu pagi
Yang setiap hari membuatku bergairah menjalani hari
Namun malam begitu panjang
Lalu aku hanya menunggumu disini
Di antara larut hari dan carut marut hati

Kamis, November 02, 2017

Dua Musim Dua Manusia

Angin terdengar gelisah
Namun kerlip hangat lampu kamar tetap ceria
Lalu mataku dan langit-langit kamar seakan beradu pandang, tanpa kedip
“Ku ingin kau menjadi istriku”
Lagu itu terdengar hangat di telingaku
Wajahnya lalu muncul di sela-sela gelap kerlip lampu

Aku tersenyum mengingat perjalanan ini
Di antara rinai hujan di malam hari
Dan matahari yang membakar siang itu
Lalu dua musim berlalu

Sabtu, April 29, 2017

Sleeping Sad


Angin berhembus sendu dari luar jendela kamarnya. Menerpa pipi dinginnya yang menghangat karna hujan di ujung matanya. Setiap berapa detik air matanya mengalir deras, dan bibirnya bergetar. Nafasnya terdengar cukup keras, seakan ada yang tertahan di dadanya. Kasur empuk dan bantal di peluknya sudah seperti sandaran nyaman untuk tubuh lemahnya, namun lebih lemah hatinya saat itu.  


Matanya terpejam dan terbuka, ia diantara sadar dan lelap. Namun hatinya tetap terasa porak poranda oleh kenyataan. Ia memilih tertidur lelap berharap mimpinya mampu menghapus kepahitan kenyataan. Yang ia tahu mimpi selalu lebih indah dari kenyataan yang harus ia hadapi. Lama-lama ia terlelap, kamarnya hening dan nafasnya mulai teratur. Detik jam dinding terdengar seperti hitungan waktu mundur yang mengantarnya pada sebuah mimpi. Pipinya masih basar oleh air mata dan mulai mengering oleh angin lembut disekitarnya yang bagai menjelma seperti usapan manja malaikat penjaganya.