Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 02, 2017

Dua Musim Dua Manusia

Angin terdengar gelisah
Namun kerlip hangat lampu kamar tetap ceria
Lalu mataku dan langit-langit kamar seakan beradu pandang, tanpa kedip
“Ku ingin kau menjadi istriku”
Lagu itu terdengar hangat di telingaku
Wajahnya lalu muncul di sela-sela gelap kerlip lampu

Aku tersenyum mengingat perjalanan ini
Di antara rinai hujan di malam hari
Dan matahari yang membakar siang itu
Lalu dua musim berlalu

Rabu, Desember 28, 2016

Melepaskan dan Dilepaskan

Kamu memilih yang mana? Melepaskan atau dilepaskan? Kamu pernah merasakan keduanya?
Mana yang lebih berat? Mana yang lebih sakit?

Ini bukan masalah siapa yang lebih sakit diantara keduanya, aku yakin semua sama-sama sakit dengan kadarnya sendiri-sendiri. Semua harus menerima resiko kenyataan pahit dengan kadarnya sendiri-sendiri. Hanya saja porsi dan cara menanggapi kehilangan itu yang mungkin akan berbeda dari setiap kita. 

Kamis, Oktober 20, 2016

Kita yang "Singkat"

Rumit, aku benci dengan hal-hal yang rumit. Itu mengapa aku kadang membenci diriku yang selalu rumit dalam menghadapimu dan memaknai perasaan ini.

Siang itu begitu panas, ku kendarai motorku menuju rumah untuk memuaskan laparku, ini jam istirahat makan siang ku. Sesampainya di rumah aku mengeluh pada ibu, “Badanku masih lemes, Bu.”Ibuku menimpali, “Nanti langsung pulang, Gak usah kemana-mana.”

Minggu, Oktober 16, 2016

Pagiku yang Baru

Pagi yang kusebut pagi yang baru.   

Aah..kepalaku masih terasa sakit karena penyakit flu menyebalkan ini. Mataku sembab sisa tangisan bodoh semalam. Pikiranku masih semrawut mengingat semua hal yang takkan sama lagi mulai hari ini. Hatiku membenci merasakan perasaan sakit ini. Badanku lemas menopang semua beban ini. Dan itu artinya aku masih harus belajar ikhlas.

Ini akan tetap ku sebut hari yang baru. Hari dimana keyakinan ku bahwa menikah itu tak harus punya pacar/gebeyan dulu. Jodoh adalah Rizki dari Tuhan, Rizki bisa datang dari arah yang tak di Sangka-Sangka. Mungkin jodohku juga bisa datang dari arah yang tak pernah kau sangka. Yee...berbahagialah wahai hati. Jangan sedih... 

Ingin Ku Potong Peta Takdir



Yeah I Think about the end just way too much

But it’s fun to fantasize...

On my enemies I woudn’t wish who I was

But, it’s fun to fantasize

Oh..oh.. I’m falling so I’m taking my time on my ride

Oh..oh.. I’m falling so I’m taking my time on my ride

taking my time on my ride
(Ride by twenty one pilots)

Lagu itu mengalun keras di telingaku melalui handsfree yang ku pasang di telinga untuk mendengarkan mp3 ini dari smartphone ku.

Rabu, Agustus 17, 2016

Caraku Mencintaimu

Aku mencintaimu”

Begitu kelu lidahku mengucapkannya pun menuliskannya pada kata yang ku kirim padamu

Meski hatiku benar-benar penuh dengan semua tentangmu

“Aku mencintaimu”

Sabtu, Juni 04, 2016

Aku Tetaplah "Anakmu", Abah

Pagi ini abah mengajakku berziarah ke makam beberapa keluarga dan saudara yang sudah meninggal. Kegiatan ziarah ini rutin dilakukan sebelum masuk bulan Ramadhan. Pagi masih terlihat petang, udara dingin dan sejuk masih terasa menerpa kulit pipiku. Kali ini aku Cuma berdua dengan abah, adikku tidak bisa ikut dikarenakan sedang menstruasi dan tidak memungkinkan membaca bacaan al-qur'an. Kami yang biasanya berjalan kaki menuju makam, karena kami Cuma berdua, abah memboncengkan aku dengan motor.

Saat perjalanan, meski sangat singkat dan hanya sekitar 5 menit aku begitu menikmati udara pagi ini, sejuk dan dingin. Seperti sebuah rasa rindu pada pagi yang lama tak pernah benar-benar bisa kunikmati. Jilbab ku yang kena terpa angin terkadang membuatku merasa cantik seketika, seperti sedang membayangkan aku sedang bermain film sebagai tokoh utama wanita yang berjilbab dan pada sebuah moment jilbabku sedikit terbang saat terkena angin. Hehe...

Sabtu, Mei 07, 2016

"Akhir Cerita"

Bisa aku sebut ini sebagai akhir cerita, namun entah menurut Tuhan bagaimana. Tokoh "pelangi" yang selalu aku sebut dalam doa, aku tulis dalam catatan harian,  blog, dan social media lainnya kini harus aku lupakan. Lebih tepatnya aku harus mengikhlaskan.
Aku tahu kamu, meski bukan 100% mengenalmu. Jauh-jauh hari bahkan hal ini yang paling aku takutkan akan terjadi, dan akhirnya terjadi juga di bulan April lalu. Padahal aku selalu berharap aku bisa menemani semua perjuanganmu, namun kamu memilih berjuang sendiri tanpa aku. Aku tahu itu sangat berat untukmu.
Terkadang alasanmu terlihat klise, namun aku benar-benar tidak ingin membebanimu.

Jumat, Maret 04, 2016

Butuh Jutaan Cangkir Kopi Susu


Malam ini memang terasa cukup dingin, selain karena hujan yang sempat turun senja tadi juga karena perasaan gugupku membuat tanganku cukup merasa dingin. Entahlah malam ini pakaian yang aku kenakan bertema hitam, seperti sebuah tanda bahwa nanti akan berakhir gelap bagi kami berdua.

Sekitar pukul 7 malam kami bertemu di sebuah resto sederhana yang cukup terjangkau harganya. Suasana resto itu penuh dengan warna orange cerah. Namun tidak dengan perasaanku yang diliputi keraguan dan ketakutan untuk mengatakan sesuatu padanya. Kami duduk berhadapan, namun aku menghadap kursi kosong di sampingnya, begitu juga dia yang menghadap kursi kosong di sampingku. Dua meja kotak kecil yang didekatkan rapat dan 4 kursi plastik dengan bahan cukup berkualitas di tata saling berhadapan itu terasa membuat jarak kami sangat dekat meski bukan duduk berdampingan.

Setelah pesanan kami datang, kami hanya mengobrol hal-hal ringan. Satu porsi chicken crispy dan secangkir kopi susu itu telah tersaji di depanku. Aku sangat antusias meminum kopi susu di depanku, namun karena masih panas,aku menikmati terlebih dahulu makananku. 

Senin, Oktober 19, 2015

Saling Melepaskan & Saling Mengikhlaskan





Itu yang aku maksud ketika aku melepaskanmu, "Saling melepaskan dan Saling Mengikhlaskan."
Tanpa ikatan apapun, tanpa mengumbar perhatian berlebih dan menjaga jarak yang seharusnya.

Meski benar aku telah melepaskanmu, namun untuk mengikhlaskanmu aku masih selalu belajar dan belajar. Yang aku rasa hanya sakit yang bertubi-tubi karena belum bisa mengikhlaskanmu sepenuhnya. Aku dan hatiku harus  terus berusaha dan belajar tentang keikhlasan, terutama untuk melepasknmu meski sebenarnya aku tak pernah bisa memegangmu erat.

Senin, Maret 09, 2015

Halaqah Cinta by Abay Motivasinger

Ribuan malam, menatap bintang dan harapan
Dan ribuan siang menahan terik penantian
Mungkin Tuhan ingin
Kita sama-sama tuk mencari
Saling merindukan dalam doa-doa
Mendekatkan jarak kita

reff:
Tuhan pertemukan aku dengan kekasih pilihan
Seseorang yang mencintai-Mu, mencintai Rosul-Mu
Di Multazam ku meminta

Minggu, September 28, 2014

Apa Mereka Harus Setegar "Hana"

Mungkin kamu yang membaca judul ini merasa aneh. Atau mungkin juga sudah bisa menebak kenapa saya memilih nama "Hana". Iya benar, Hana yang saya maksud adalah karakter "Hana" dalam sinetron Catatan Hati Seorang Istri (diangkat dari novel berjudul sama karya Asma Nadia). Saya sempat mengikuti jalan cerita sinetron ini, sampai akhirnya saya memutuskan untuk tak menontonnya lagi karena ceritanya semakin rumit.

Sabtu, Agustus 30, 2014

Perpisahan tuk Melepaskanmu

Sejak perpisahan itu namanya tak pernah pudar dalam ingatannya, semakin kuat dan semakin jelas bersinar bak bulan purnama di malam hari. Sheina tak pernah menyangka keputusannya untuk merelakan laki-laki tangguh yang mampu membuat hatinya melejit bak roket saat didekatnya itu menjadi kesedihan yang ternyata menyisakan sesal. Di malam yang sunyi setelah kejadian itu, sheina hanya mengurung diri dikamar dengan linangan air mata yang terus jatuh membasahi pipi dinginnya yang tersentuh angin malam dari jendela kamarnya yang masih terbuka. Dia masih terus mengingat dan mengurai kejadian sore tadi.

Sabtu, Agustus 23, 2014

Jangan Pernah Ada Ragu


Tidak lagi... sudah berlalu berminggu-minggu lalu, kesedihan itu tak seharusnya masih bersemayam dalam hati. Aku tak pernah ingin menyimpan penyesalan. Aku yakin yang ku lakukan telah benar. Aku melindungi hatiku dari kekecewaan, aku memenangkan keyakinanku akan janji-Nya, aku merelakannya yang belum pasti kan bersamaku dalam kehidupan baru tuk sempurnakan agamaku kelak. 

Sabtu, Agustus 16, 2014

Teruntukmu Yang Sedang Patah Hati


Mungkin telah ribuan mimpi kau rangkai untuknya,
Bagai  awan yang tergantung di langit kau gantungkan harapanmu padanya,
Ada jutaan cita yang ingin kau gapai bersamanya,
Menggandeng tangannya menuju pintu kehidupan baru
Dan dia menyambut genggamanmu dengan penuh kebahagiaan

Jumat, Agustus 15, 2014

Pertemuan dengan Sang Perpisahan

    Ada suara hati yang seakan bersuara sumbang ketika aku mau melangkahkan kaki menuju pertemuan itu. Dari beberapa tahun lalu dia selalu kembali ke tempat perantauannya, namun ini tak biasa karena aku bisa menemuinya sebelum ia pergi. Semua ini sempat membuat langkah kakiku berhenti karena meragu. Akan ada hal apa dalam pertemuan ini?hati bergumam sendiri.

Rabu, Agustus 13, 2014

Mungkin Aku Belum Mengerti

Kau selalu perhatikanku di balik senyum rembulan
Kau bersinar bersama ribuan bintang di malamku,
Namun aku tak melihat yang mana sinarmu
Kata-katamu penuh makna mendalam
Namun aku hanya orang awam,
Tak cukup mampu aku menafsirkannya

Sabtu, Juli 19, 2014

Tuhan Tlah Memilihnya Untukmu



Hari itu bagai gerbang kebahagiaan hidupnya setelah melewati ribuan berbagai perasaan selama ini. Sakit dan kecewa dalam hati yang selalu dia rasakan saat hati belum mampu mengikhlaskan harapan padanya yang sangat kau cintai. Laki-laki yang  pernah mampu membuatmu sangat bahagia, namun sekarang ia menjadi sosok yang mampu menghancurkan lembutnya hatinya. Lama bertahan dengan perasaan itu tak membuatnya semakin kuat, dia mulai rapuh dan sering mulai gontai akan keyakinannya menemukan cinta sejatinya. Banyak kaum adam yang berniat menjalin hubungan dengannya, sampai kaum adam yang berani melamarnya dengan meminta restu orang tuanya. Namun dia belum temukan keyakinan akan jodoh sejatinya ada pada salah satu pada mereka. Seakan dia berat melepas harapan yang mulai hampa itu. 

Minggu, Juni 01, 2014

Laki-Laki Berkacamata

Dia berkacamata, tentu tak ada yang aneh dengan apa yang dia kenakan. Namun bagiku entah mengapa aku suka dengan laki-laki yang berkacamata. Untuk kedua kalinya aku mengenal laki-laki berkacamata yang menurutku cukup istimewa. Ada kesan tersendiri yang mampu mereka tanamkan di benakku.

Sebut saja laki-laki berkacamata yang kedua aku kenal itu "Bintang". hehe, mungkin terlalu lebay, tapi biarlah... Kenal dengannya itu suatu ketidaksengajaan. Hingga sampai sekarang aku cukup mengenalnya.
Beberapa pertemuan dengannya sudah pernah membuatku 'salting'. Ah...konyol mungkin ya,,,
Pertemuan ketiga waktu itu lebih konyol sekali, bahkan aku gak berani berbicara jujur padanya padahal cuma ingin memberikan kado ulang tahun untuknya. Moment itu sangat susah dilupakan kekonyolannya. :D

Selasa, Mei 27, 2014

Menghapus Makna Sebuah Kenangan

"Bukan aku tak pernah merelakan kamu hilang dari hidupku. Hanya saja ini kadang serasa rumit ku rasakan ataupun jika aku harus menceritakannya. Kita memang tak pernah ada hubungan apa-apa. Namun yang aku tahu. Semua yang telah kita lalui takkan pernah mudah untuk dilupakan. Memori itu selamanya akan selalu menjadi bagian dalam hidupku. Meski aku sedih ataupun bahagia dengan siapapun. Namun sekarang aku ingin menghilangkan makna mendalam dari kenangan itu meski aku tak pernah lupa akan kenangan itu. Memberi ruang baru pada hatiku untuk memilih jalannya yang baru, dan merasakan cinta sejati yang slalu dirindukan hati."