Tampilkan postingan dengan label frase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label frase. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 13, 2017

Perjalanan Seperempat Abad



Sudah berapa lama kamu mendiami bumi ini? Menatap pagi dan melewati malam sunyi?Dari mulai lemah tak berdaya, dan apa-apa harus ibu, sampai kau mampu berjalan dan berlari bahkan melompat tinggi? Mulai mengerti nama benda sekitar satu persatu sampai bisa menggunakannya dengan baik sekarang. Merasakan membosankannya sekolah dan PR, merasakan bahagianya hari libur semester yang panjang, hingga lelahnya bekerja mencari uang?
 Aku pernah melewati semua itu. Dan aku memasuki masa seperempat abad usiaku. Ketika semua hal bisa menjadi rumit, aku menjadi berhati-hati untuk setiap keputusan, untuk cita-cita yang masih aku rintis atau bahkan belum juga aku memiliki kesempatan sama sekali mewujudkannya.

Minggu, April 02, 2017

2 pm, 2 am

Dua hari yang selalu ia tunggu dalam seminggu
Dua hari yang selalu ia harapkan mekar bak mawar
Dua hari yang selalu ia impikan jadi waktu terbaiknya
Dua hari yang selalu ia harapkan menjadi sumber menulis sajak di dirinya

Ia menyimpan dua harapan di dua hari itu
Ia menyimpan dua hari untuknya yang istimewa
Ia tersenyum sepanjang waktu di dua hari itu
Ia bahkan tak membenci malam dua hari itu yang biasanya sunyi menyesakkan 

Minggu, Maret 19, 2017

Terjebak dalam sudut pandang (2)

        Pernah aku duduk dengan nyamannya. Di satu titik yang selalu aku cari untuk memandangimu dengan bahagia dan kesiapan penuh akan badai. Dengan tanpa terasa panas akan sengatan matahari siang, ataupun dinginnya udara malam. Aku pernah dengan nyamannya melupakan luka yang masih selalu ku ingat meski ribuan senja telah berlalu. 

      Aku ingin mengikuti langkah kakimu, tapi hatiku tak bisa berjalan satu langkah dibelakangmu, ataupun sejajar dengan langkah kakimu. Hujan mengguyur sekujur tubuh kita. Kau memintaku berteduh ke gubug kecil itu. Namun aku ingin berbalik arah dengan menerjang hujan dan bersembunyi ke bangunan yg aku sebut “dunia impian” bagiku. 

Sabtu, Februari 11, 2017

Tumpukan Doa di antara Hujan

 

Adalah hujan, pemandangan yang setia tampak di setiap hari di bulan kedua tahun ini. Dia sering datang ditemani angin sepoi-sepoi bahkan angin kencang hingga menjadi badai. Terkadang menumbangkan pepohonan di tepi jalan dan membuat kemacetan panjang di antara para pengendara yang sedang buru-buru mengejar waktu aktivitas mereka.

Adalah hujan, pemandangan yang selalu aku nikmati di balik pintu kaca dimana aku beraktivitas seharian bersama tumpukan pekerjaan seorang karyawan. Beberapa kali ia  datang begitu lebat atau sesekali hanya rintikan air yang sekilas terlihat seperti hujan salju pertama bagiku.

Minggu, Januari 01, 2017

Catatan Pertama 2017

Malam menuju tahun baru ditandai dengan masuknya jam 00:00 tepat tanggal 1 Januari 2017 tahun ini. Para manusia gegap gempita berkumpul di tempat-tempat tertentu seperti alun-alun kota untuk merayakan masuknya tahun baru dengan melihat kembang api bersama. Bagi mereka mungkin itu adalah moment yang benar-benar menyenangkan untuk ditunggu dan disaksikan. Hal yang belum pernah aku lakukan, dan mungkin tak pernah ingin melakukannya. 

Jumat, Desember 30, 2016

Pereda Sakitku



Source: www.satuharapan.com


“Aku bukan lagi anak kecil, tapi sentuhanmu selalu menenangkankku
Aku bukan lagi anak kecil, namun dimanjakanmu adalah bahagiaku
Aku bukan lagi anak kecil, tapi perhatianmu adalah hal yang selalu kuharapkan
Aku bukan lagi anak kecil, namun aku selalu berharap kau merawatku selamanya”

Aku Kalah dan Terjatuh lagi

Aku menyerah, seperti kau tahu. Sebenarnya aku membenci kekalahan. Namun kali ini aku merasa sedang mengalahkan egoku. Namun benarkah? Atau aku hanya menuruti nafsuku. Haruskah perasaan ini dengan kejam ku anggap sehina nafsu belaka? Apa Tuhan mengerti apa yang aku inginkan sekarang? Mungkin ada toleransi untuk perasaanku, namun bukan dengan caraku menjagamu tetap di sisiku.



Selasa, November 01, 2016

Terjebak dalam Sudut Pandang

Ini tentang sudut pandangku, aku meyakini bahwa itu baik, itu sopan, itu pantas, sedangkan yang lain buruk, kurang sopan dan kurang pantas. 
Namun bagimu, itu baik, itu baik-baik saja, itu sopan-sopan saja bagimu. Namun tidak bagiku. Terkadang aku merasa terjebak dalam sebuah pola pikir yang dibentuk dari orang-orang terdekatku, yang lebih sering bertemu dan bertukar pikiran denganku. 
Sudut pandangku dan kamu berbeda

Jumat, September 30, 2016

Raut Wajahmu Malam Ini

Aku tak ingin melihat raut sedihmu.
Aku tak ingin membuatmu memikirkan hal hal yg berat.
Aku ingin setiap detik kau merasa bahagia. Entah karenaku atau karena karunia Tuhan yang selalu aku semogakan untukmu. Namun sayangnya aku masih tak mampu melakukan itu.
Engkau masih saja terlihat sedih, memikirkan banyak hal dan lelah menyelimutimu.
Aku semakin merasa tak berguna saat engkau masih mau menyeka air mataku saat ku jatuh dan kecewa.

Senin, Agustus 01, 2016

Sajak Kebosanan

Pagi, aku membuka mata dan teringat aku masih hidup. Tiba-tiba semua beban pikiran hari kemarin menyerbu benakku.

Air, aku membasuh wajah, tangan dan kakiku dengan air. Berharap kesadaran ku bahwa aku tak lagi di alam mimpi segera muncul.

Mentari, aku masih bisa merasakan hangat mentari di perjalananku menuju kantor kecil penghasil uangku. Lebih tepatnya tempat aku menjemput rizki-Nya. 

Sabtu, Maret 26, 2016

Anehnya Rasa

Kau tahu apa yang di katakan hatimu, kau sadar, namun terkadang memang kau harus menafikannya, menganggapnya tak pernah ada.Bahkan meski setiap detik ia selalu mengganggumu, kamu tetap menahannya hanya karena kau tak mau percaya dengan apa yang di rasa hati atau keadaan memaksamu untuk tak mempercayainya.

Terkadang aku pun begitu. Aku mencintai langit, kau tahu akibatnya? Aku hanya bisa memandangi dari bawah betapa indahnya dia tanpa mampu menyentuh atau bersua dengannya. Tapi bagiku langit adalah hal paling indah, dimanapun aku berpijak di bumi ini, aku tetap bisa melihat langit. Aku masih bisa merasakan apa yang langit gambarkan. 

Jumat, Maret 18, 2016

Kita Masih Butuh Jarak

Aku hanya seseorang yang jahat. Jangan kau puji aku dengan semua kebaikan yang pernah aku lakukan padamu, mungkin saat itu aku sedang bahagia.

Kita tahu, kadang kita berpura-pura menyenangkan satu sama lain namun diri ini sendiri merasa tak nyaman dengan hal itu. Kita tak mencoba menjadi diri kita sendiri. Yang kita lakukan terlalu banyak kamuflase. Kita tetap mempertahankan ikatan cinta semu yang tak kuat sama sekali. Semua penuh kamuflase diri.

Sabtu, Maret 12, 2016

Kopi Rasa Kita

Aku memang bukan penggila kopi yang setiap pagi dan malam hari harus meminum kopi. Tapi aku penyuka kopi. Meski tak terlalu menyukai kopi hitam namun lebih menyukai kopi yang sudah di kombinasi dengan susu, creamer atau apapun itu. Dan menjadi banyak variasi seperti moccachino, coffe latte, vanilla latte, capucino dan lain sebagainya.

Jumat, Maret 04, 2016

Butuh Jutaan Cangkir Kopi Susu


Malam ini memang terasa cukup dingin, selain karena hujan yang sempat turun senja tadi juga karena perasaan gugupku membuat tanganku cukup merasa dingin. Entahlah malam ini pakaian yang aku kenakan bertema hitam, seperti sebuah tanda bahwa nanti akan berakhir gelap bagi kami berdua.

Sekitar pukul 7 malam kami bertemu di sebuah resto sederhana yang cukup terjangkau harganya. Suasana resto itu penuh dengan warna orange cerah. Namun tidak dengan perasaanku yang diliputi keraguan dan ketakutan untuk mengatakan sesuatu padanya. Kami duduk berhadapan, namun aku menghadap kursi kosong di sampingnya, begitu juga dia yang menghadap kursi kosong di sampingku. Dua meja kotak kecil yang didekatkan rapat dan 4 kursi plastik dengan bahan cukup berkualitas di tata saling berhadapan itu terasa membuat jarak kami sangat dekat meski bukan duduk berdampingan.

Setelah pesanan kami datang, kami hanya mengobrol hal-hal ringan. Satu porsi chicken crispy dan secangkir kopi susu itu telah tersaji di depanku. Aku sangat antusias meminum kopi susu di depanku, namun karena masih panas,aku menikmati terlebih dahulu makananku. 

Minggu, Februari 21, 2016

Kami Bodoh Karena Cinta?



Banyak orang yang bilang kalau kita jatuh cinta pasti sering melakukan hal-hal bodoh yang sebelumnya belum pernah kita lakukan, bahkan sampai melakukan hal-hal yang dulu kita benci. Ada banyak juga yang bilang kalau cinta itu buta, sehingga membuat pelaku jatuh cinta ini melakukan hal-hal yang benar-benar sampai diluar dugaan atau bahkan sampai melakukan hal tak masuk akal. Memang menurut penelitian, saat seseorang jatuh cinta bagian-bagian rasional dari otak manusia tertutup.


Ada yang jatuh cinta pada seseorang bahkan rela menunggu bertahun-tahun tanpa kepastian, mungkin itu juga bisa disebut cinta buta. Ada juga mereka yang mencintai seseorang dengan sepenuh hatinya dan bahkan takkan mau menjalani hidup kalau bukan dengan dia. Baginya dunia itu hanya ada pada sosok yang ia cintai. Mereka pun sering menutup hati saat kenyataan menyadarkan mereka bahwa takdir memang harus memisahkan mereka. Sering ada sosok yang mencoba membuka hatinya namun tak selalu berhasil.


Terkadang memang hati dan cinta itu terasa sangat penuh misteri. Ada hati yang bahkan tak pernah melirik lingkungan sekitarnya, saat sebenarnya ada satu sosok yang selalu membersamainya, melakukan banyak hal untuknya, rela mendengarkan setiap cerita bahagianya atau bahkan mendengar ribuan keluh kesahnya. Tetapi hati itu hanya melihat satu sosok yang ia cintai, hanya berjalan menuju yang ia cintai meski yang ia cintai berjalan semakin jauh seperti mengejar bayangan diri saat membelakangi matahari, tak akan berujung. Mereka yang selalu hadir dan ada bahkan kerap kalah dengan mereka yang tak selalu ada namun tersimpan dalam hati seseorang sebagai yang “Istimewa”. Saat yang “Istimewa” itu tak melakukan apa-apa pun untuk kita, mereka selalu menjadi yang”Istimewa”.


Bodoh memang hati itu, namun apa kita bisa menyalahkan hati. Dia selalu berjalan semaunya, merasakan apa yang memang harus dirasakan meski kadang mengherankan logika. Hati kadang sering menyakiti dirinya sendiri karena tak mau percaya pada logika meski sedikit. Kau tahu, kadang kita harus mengalahkan hati kita dengan logika hanya untuk melindungi hati kita agar tak lebih jauh lagi terluka.


Maafkan kami jika telah menjadi orang yang bodoh karena cinta yang ada di hati kami. Kamu yang mungkin sempat berjuang memasuki hati seseorang yang masih mencintai orang lain, maafkan kami jika pada akhirnya kami masih merasa sulit untuk benar-benar menerimamu masuk ke dunia kami. Terkadang kau memang harus sedikit bersabar pada kami jika memang cinta yang kau punya adalah tulus, bantu kami menciptakan kenangan baru yang lebih indah. Dan buat kami perlahan-lahan membuka pintu hati ini untuk kau yang selalu membersamai kami, melakukan banyak hal untuk kami, dan rela menunggu sedikit lebih lama untuk kami. Jika kau memilih menyerah dan pergi karena kami tak kunjung menerimamu dalam hati kami, anggaplah kami ini orang-orang yang bodoh...



~Inspirasi Kala Senja dan Hujan menyapa, dan Kau mulai pergi dari sisi hidupku~

Senin, Februari 08, 2016

Menulis dan "Kamu"

       Aku suka menulis, kau tahu itu. Meski aku belum jadi penulis terkenal dengan karya buku best seller yang menghiasi rak buku toko buku besar. Salah satu mimpiku ingin sekali bisa membuat sebuah buku novel fiksi maupun nonfiksi. Aku selalu dan ingin tetap ingin menjadikanmu sebagai inspirasiku. Jika saja kau tahu apa yang aku sering catat di buku diaryku. Benar-benar penuh dengan semua hal tentangmu. Seperti terasa kau adalah inspirasi terbesarku.

Sabtu, Januari 02, 2016

Apa Kita Jodoh?



“Apa Kita Jodoh?”

Kata itu beberapa kali melintas di benakku setelah aku selesai membaca novel berjudul “JODOH” karya Fahd Pahdepie. Menurutku ceritanya menarik, seru dan konfliknya juga tidak membuat pembaca bosan, serta akhir ceritanya cukup membuat aku berkata “wah akhirnya, ini yang dimaksud jodoh olehnya”. Selain itu yang membuat menarik adalah sinopsis dari novel ini sendiri.

Apa itu Jodoh?

Barangkali imajinasimu tentang jodoh dan belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang disana, yang tengah menunggumu untuk berlayar.

Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu sehingga sering kali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikanitu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu.

Rabu, Desember 16, 2015

Izinkan Mimpi Jadi Penghibur



Mimpi itu bunga tidur, begitu kata mereka. Namun bagiku, mimpi bukan hanya bunga tidur. Namun lebih bisa jadi penghibur. Kau Tau Kenapa?

Setiap Mentari terbit, aku memulai hari yang baru. Aku memulai menghadapi kenyataan dan berjuang menghadapi dunia dimana kau tak lagi di sampingku. Aku tak sedang meratapi kesedihan karena itu, aku hanya mencoba terus berdiri dan menahan segala rasa itu, termasuk pedihnya rasa rindu ingin bertemu. Terkadang ada hari dimana aku terjebak dalam lubang kesedihan dalam karena terlalu rindu. Namun lain waktu aku mampu keluar dari lingkaran kelam itu, dan menghadapi dunia dengan kekuatan baru tuk terus bertahan.
Bila malam datang, ia selalu terasa panjang bagiku. Semua memori dalam benakku tiba-tiba menyerbu dalam senyapnya hari. Aku hanya bisa memanggil namamu dalam hati, dan akhirnya aku tertidur. 

Senin, Oktober 19, 2015

Saling Melepaskan & Saling Mengikhlaskan





Itu yang aku maksud ketika aku melepaskanmu, "Saling melepaskan dan Saling Mengikhlaskan."
Tanpa ikatan apapun, tanpa mengumbar perhatian berlebih dan menjaga jarak yang seharusnya.

Meski benar aku telah melepaskanmu, namun untuk mengikhlaskanmu aku masih selalu belajar dan belajar. Yang aku rasa hanya sakit yang bertubi-tubi karena belum bisa mengikhlaskanmu sepenuhnya. Aku dan hatiku harus  terus berusaha dan belajar tentang keikhlasan, terutama untuk melepasknmu meski sebenarnya aku tak pernah bisa memegangmu erat.

Minggu, April 12, 2015

Hanya Ingat Sesekali (Masa Lalu)

      Aku tau semua orang mungkin pernah merasa tak nyaman dengan yang namanya masa lalu, entah masa lalu diri sendiri maupun orang lain. Setiap orang memiliki masa lalunya masing-masing. Banyak orang bilang tak ada gunanya menyesali masa lalu terus-terusan, cukup perbaiki kehidupan saat ini saja dan terus lanjutkan hidup. Ya memang benar, kan waktu tak mungkin diputar kembali, yang telah terjadi tak mungkin diubah.